WA/SMS Center 0877-3332-0999
Call Center RS 0284 321614
Sabtu, 25 Mei 2024 - 10.04 Print

Selamat Memperingati Hari Skizofrenia Sedunia atau World Schizophrenia Day 24 Mei 2024

“Skizofrenia” adalah gangguan mental kronis yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Gejala umum skizofrenia meliputi:

1. Delusi: Keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan kenyataan, seperti merasa diawasi atau memiliki kekuatan khusus.

2. Halusinasi: Mengalami sensasi yang tidak nyata, seperti mendengar suara-suara yang tidak ada.

3. Pikiran yang Kacau: Kesulitan dalam mengatur pikiran, sering kali berbicara dengan cara yang tidak masuk akal atau sulit dipahami.

4. Perilaku Tidak Teratur: Tindakan yang sangat tidak terduga atau tidak sesuai konteks.

5. Gejala Negatif: Penurunan kemampuan untuk berfungsi secara normal, seperti menarik diri dari interaksi sosial atau kehilangan motivasi.

Penyebab pasti skizofrenia belum sepenuhnya dipahami, tetapi kombinasi faktor genetik, kimia otak, dan lingkungan dipercaya berperan dalam perkembangan gangguan ini. Intervensi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk membantu individu yang terkena skizofrenia menjalani kehidupan yang lebih baik.

Awal Mula Peringatan Hari Skizofrenia Sedunia

Hari Skizofrenia Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 24 Mei. Hari ini pertama kali diperingati untuk mengarahkan perhatian global pada gangguan mental ini dan mengedukasi masyarakat tentang tantangan yang dihadapi oleh penderita skizofrenia. Tujuannya adalah untuk mengurangi stigma dan diskriminasi yang sering kali mengelilingi kondisi ini.

Tanggal 24 Mei dipilih untuk menghormati upaya Dr. Phillipe Pinel, seorang dokter asal Prancis yang pada tahun 1792 membebaskan pasien gangguan mental dari rantai besi yang mengikat mereka di Rumah Sakit Bicetre. Pinel berharap pasien dengan gangguan mental, terutama skizofrenia, bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik dan bebas dari stigma yang beredar.

Tujuan Peringatan Hari Skizofrenia Sedunia

1. Meningkatkan Kesadaran Publik:

  • Banyak orang masih memiliki pemahaman yang salah tentang skizofrenia, seperti menganggapnya sebagai gangguan kepribadian ganda atau menghubungkannya dengan kekerasan. Kampanye kesadaran bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang gejala nyata dan kenyataan hidup dengan skizofrenia.

2. Mengurangi Stigma:

  • Stigma dan diskriminasi terhadap penderita skizofrenia dapat memperburuk kondisi mereka, menghalangi akses mereka ke perawatan yang memadai, dan mengisolasi mereka dari dukungan sosial. Hari Skizofrenia Sedunia berusaha untuk mengubah persepsi negatif ini dan memperlakukan penderita skizofrenia dengan empati dan penghormatan.

3. Mendorong Dukungan dan Kebijakan Kesehatan Mental:

  • Meningkatkan kesadaran juga berarti mendorong pemerintah dan organisasi kesehatan untuk meningkatkan layanan kesehatan mental. Ini termasuk akses ke diagnosis yang tepat waktu, terapi, dukungan rehabilitasi, dan fasilitas kesehatan yang memadai.

4. Memberdayakan Penderita dan Keluarga:

  • Menyediakan informasi dan sumber daya yang dapat membantu penderita skizofrenia dan keluarga mereka memahami kondisi ini, serta mengelola gejala dan tantangan yang terkait.

Data dan Fakta Tentang Skizofrenia

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 24 juta orang di dunia hidup dengan skizofrenia. Sayangnya, pemahaman dan dukungan terhadap mereka yang hidup dengan kondisi ini masih sering kurang memadai. 

Peringatan Hari Skizofrenia Sedunia berfungsi untuk mengatasi kekurangan ini dengan menyebarkan informasi yang akurat dan mengadvokasi perlakuan yang lebih baik bagi penderita skizofrenia.

Dengan meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, mendorong kebijakan yang mendukung, dan memberdayakan penderita dan keluarga mereka, kita dapat membuat perbedaan besar dalam kehidupan mereka yang terpengaruh oleh skizofrenia.

 

sumber : rri.co.id