RSUD dr.M.Ashari Pemalang

Ketika Tubuh Sakit, Pikiran Ikut Berbicara

Ketika Tubuh Sakit, Pikiran Ikut Berbicara: Cerita di Balik Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi

Gangguan kesehatan mental saat ini sudah tidak menjadi hal yang memalukan untuk dibicarakan, khususnya di Kabupaten Pemalang. Hal ini tercermin dari kesadaran masyarakat Kabupaten Pemalang sudah cukup baik untuk memeriksakan kesehatan mentalnya sedini mungkin agar gangguan tidak berkembang semakin parah. Hadirnya layanan psikologi di fasilitas kesehatan menjadi pionir dalam rangka menjaga kesehatan mental masyarakatnya, termasuk di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Terjaganya kualitas layanan psikologi dapat dimulai dari kompetensi tenaga profesionalnya. Upaya untuk mencetak calon profesional kesehatan mental khususnya psikolog, RSUD dr. M. Ashari Pemalang memberikan kesempatan bagi mahasiswa psikologi khususnya dari Program Studi Psikologi Universitas Brawijaya Malang untuk mencari pengalaman nyata di lapangan melalui kegiatan MBKM Magang.

 

Selama hampir 3 bulan melaksanakan kegiatan magang di RSUD dr. M. Ashari Pemalang, diperoleh berbagai pengalaman dalam memahami pelaksanaan layanan psikologi dan fenomena psikologis yang muncul di layanan kesehatan, baik pada pasien rawat jalan maupun rawat inap. Layanan rawat jalan menerima pasien atas permintaan sendiri (APS) maupun rujukan dari poli spesialis lain. Kegiatan rawat jalan meliputi  konseling psikologi, psikotes, dan psikoedukasi. Sementara itu, pada layanan rawat inap, umumnya pasien berada pada gangguan kesehatan mental yang lebih kompleks atau berat sehingga penanganan  utamanya dilakukan oleh psikiater serta dokter spesialis sesuai bidang yang dibutuhkan. Layanan psikologi dalam rawat inap berperan sebagai penunjang apabila pasien membutuhkan psikoterapi.

 

Fenomena psikologis yang disoroti dalam kegiatan magang kali ini terkait stres pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus dan stres pada pasien rawat jalan dengan penyakit kronis. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk asesmen psikologi dan psikoedukasi. Terkait stres pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, terlihat bahwa banyak orang tua dengan anak berkebutuhan khusus mengalami tekanan yang cukup kompleks, mulai dari tuntutan pengasuhan, kekhawatiran terhadap perkembangan anak, hingga kurangnya dukungan sosial. Kondisi ini seringkali membuat orang tua merasa lelah secara emosional dan kesulitan mengelola stres. Mini seminar bertema “Mengelola Stres dan Membangun Ketahanan pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus” diselenggarakan untuk membantu orang tua memahami kondisi stres yang dialami serta mengenalkan cara menstabilkan emosi untuk menurunkan tekanan stres.

 

Terkait stres pada pasien rawat jalan dengan penyakit kronis, terlihat bahwa stres yang dialami pasien dengan penyakit kronis dipengaruhi oleh beban kesakitan fisik/medis itu sendiri serta tekanan psikologis yang menyertai. Penting bagi setiap individu untuk memiliki strategi coping yang adaptif, seperti mencari dukungan sosial, melakukan self-care, serta mengembangkan pola pikir yang lebih positif terhadap kondisi yang dihadapi agar dapat mempertahankan derajat kesehatan mentalnya.

 

Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga refleksi mendalam mengenai pentingnya peran psikolog dalam membantu individu menghadapi permasalahan psikologis secara lebih adaptif. Kegiatan magang ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam layanan kesehatan mental yang lebih holistik. Lebih dari itu, kegiatan magang di rumah sakit memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari memahami dinamika interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien, mengasah kemampuan komunikasi empatik, hingga belajar menghadapi berbagai kondisi psikologis yang beragam di lapangan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam membentuk kesiapan profesional sebagai calon psikolog.

Penulis
Floria Auryn Raihanah
Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Email: floria1302@student.ub.ac.id

 

Scroll to Top
Skip to content